1. Pola Berpikir
A. Konsep Ide atau Gagasan
Ide atau Gagasan Daya, respon berpikir yang melahirkan imajinasi berupa rancangan solusi terhadap masalah yang dihadapi sebagai hasil pemikiran, baik yang bersifat spontan maupun melalui proses pemikiran yang lama.
Ide atau gagasan yang dihasilkan dari proses berpikir secara panjang dan matang disebut penalaran. Penalaran dapat memberikan solusi alternatif yang lebih matang. Terkadang ide tidak langsung dituangkan dalam sebuah tindakan nyata, tetapi masih sebatas bayangan yang disimulasikan secara mendalam, berbekal pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki. Keberhasilan ide atau gagasan akan diuji setelah dilakukan implementasi.
B. Teknik Memetakan Ide
Teknik Memetakan Ide, Kompleksitas permasalahan harus diimbangi dengan visualisasi penjabaran ide atau gagasan secara detail, jelas dan mudah dibaca. Tahapan mengkategorikan, menjabarkan dan menggambarkan ide ini merupakan sebuah sistem pemetaan ide.
C. Konsep Algoritma
Algoritma, adalah Serangkaian proses atau aturan yang disusun dan diurutkan secara sistematis dan logis untuk menyelesaikan permasalahan.
2. Pernyataan dan Logika Preposisi
A. Definisi Proposisi
Proposisi, adalah metode untuk menyatakan sesuatu secara utuh sehingga dapat dinilai apakah pernyataan tersebut benar, salah, disetujui, ditolak, diterima, atau disangkal validatasnya.
Logika proposisi dapat diidentifikasi berdasarkan empat elemen, yaitu:
- Subjek, Konsep yang menjadi aktor utama dalam pernyataan.
- Kopula, Kata kerja (verba) yang menjadi penghubung antara subjek dan predikat dalam sebuah pernyataan.
- Predikat, Perlakuan atau tindakan yang dilakukan atau dikenakan pada subjek.
- Kuantor, Bagian dari pernyataan yang penulisannya disesuaikan dengan kebutuhan, dengan tujuan untuk mengubah frasa pernyataan umum menjadi tertutup dalam mempertegas makna yang disampaikan.
B. Aspek Penggunaan dalam Proposisi
3. Logika Matematika
A. Negasi
Metode membalikan niai sebelumnya, yang semula benar menjadi salah dan salah menjadi benar. Dengan menambahkan negasi (~), dapat membuat penyangkalan atau pengingkaran dari pernyataan yang sebelumnya dibuat.
B. Konjungsi
Teknik penggabungan beberapa pernyataan (pernyataan majemuk) dengan karakteristik konjungsi kara “dan” yang dinotasikan dengan simbol “∧”. Konjungsi akan menghasilkan keluaran benar jika kedua masukan bernilai benar.
C. Disjungsi
Teknik perbandingan antara dua pernyataan (pernyataan majemuk) yang dihubungkan dengan kata “atau” dinotasikan dengan simbol “∨”. Disjungsi ini akan menghasilkan nilai benar selama ada salah satu pernyataan yang bernilai benar.
D. Implikasi
Penerapan pernyataan majemuk yang menggunakan kata penghubung “jika.. maka” dengan notasi simbol “→”.
E. Biimplikasi
Penerapan pernyataan majemuk yang dibentuk dengan menggunakan kata penghubung “…jika dan hanya jika”, dengan notasi simbol “↔”.
4. Metode Penalaran
A. Definisi
Penalaran adalah proses menyimulasikan ide tersebut dalam otak untuk dianalisis, ditimbang, dan diuji secara mendalam. Metode penalaran manusia dapat dikategorikan menjadi tiga jenis, yaitu: Deduktif, Induktif, dan Abduktif.
B. Deduktif
Metode penalaran yang difokuskan untuk menggali informasi-informasi umum, kemudian dirangkum menjadi simpulan secara khusus. Berikut macam deduktif :
C. Induktif
Metode induktif dilakukan dengan mempelajarai dan menganalisis pernyataan-pernyataan secara khusus atau spesifik menjadi bersifat umum.
Aktivitas yang sering dikerjakan dalam proses penalaran induktif, yaitu :
- Analogi, aktivitas pengambilan simpulan dengan mempertimbangkan keseragaman data atau proses.
- Generalisasi, teknik penetapan simpulan berdasarkan kumpulan data yang telah dianalisis terlebih dulu.
- Transduktif, metode penarikan poin simpulan terhadap kasus yang bersifat khusus, yang diimplementasikan pada kasus lainnya.
- Memprediksi kebenaran jawaban terhadap persoalan, solusi pemecahan masalah, ekstrapolasi, dan interpolasi.
- Menggambarkan model, sifat, kenyataan, fakta, korelasi atau hubungan, dan pattern atau pola.
- Menerapkan teknik analisis terhadap pola hubungan situasi, kemudian disusun menjadi konjektur.
Metode penalaran yang dilakukan dengan mengambil salah satu opsi argumentasi atau alasan yang dianggap mendekati kebenaran dari beberapa pilihan argumentasi. Terdapat 4 solusi yang dapat dilakukan:
D. Abduktif
5. Logika Penalaran Interfensi
A. Konsep Inferensi
Inferensi atau Inference (dalam Bahasa inggris) = Penyimpulan. Kata kerja penyimpulan memiliki makna tindakan membuat simpulan atau konklusi. Dalam arti luas, inferensi adalah mekanisme pembuatan simpulan atau konklusi berdasarkan satu atau lebih proposisi. Dalam pelaksanaannya, metode inferensi harus mempertimbangkan faktor implikatur atau makna yang tersirat, baik secara langsung maupun tidak langsung.
B. Kebenaran Argumen
Argumen merupakan kumpulan pernyataan dengan bagian akhir dari pernyataan tersebut dapat dikategorikan sebagai konklusi. Sedangkan pernyataan-pernyataan yang ditulis sebelumnya dikenal dengan istilah premis atau hipotesis.
C. Jenis Inferensi Berdasarkan Jumlah Premis
D. Metode Inferensi
- Modus Ponens
- Modus Tollens
- Modus Penambahan Disjungtif
- Modus Penyederhanaan Konjungtif
Modus ponens dapat dilihat pada contoh penerapan logika implikasi, yaitu agar p "→" q menghasilkan simpulan bernilai benar, maka q harus bernilai benar.
Proses pengambilan simpulan dengan tollens sebenernya mirip dengan modus ponens. Perbedaannya adalaah premis kedua dan simpulan merupakan negasi dari setiap proposisi pada premis awal.
Dengan penghubung “V” pada aturan disjungtif, jika salah satu pernyataan bernilai benar, disjungsi akan bernilai benar.
Notasi dalam modus penambahan disjungtif :
Dalam modus ini, jika beberapa pernyataan dihubungkan dengan pengubung “∧”, maka dapat diambil salah satu pernyataan secara khusus.
Notasi dalam modus penambahan konjungtif :
6. Logika Konversi Bilangan
A. Jenis dan Format Bilangan
Pada umumnya, bilangan yang dikenal adalah kombinasi dari 0 dan 9. Angka-angka tersebut dapat dikelompokan lagi menjadi beberapa jenis bilangan, mulai dari bilangan biner, ternary, desimal hingga heksadesimal. Dari banyak jenis bilangan tersebut ada empat format bilangan yang sering digunakan yaitu biner, oktal, desimal, dan heksadesimal.
B. Teknik Konversi Bilangan
Konversi adalah mengubah bentuk atau dapat dikatakan teknik mengubah suatu bentuk lainnya, dengan tetap memiliki arti dan nilai yang sama.
C. Sistem Penyandi Bilangan
Ketika seorang user mengetikkan angka 8 dengan dengan keyboard, tombol akan mengubah kode desimal menjadi sebuah angka biner yang dikirim menuju CPU atau processor. Proses tersebut merupakan tahap encoding, yaitu tahap mengubah nilai bilangan desimal 8 menjadi biner sebelum dikirimkan ke CPU. Nilai biner 〖1000〗_2 pada CPU kemudial diolah dan dikirimkan menuju rangkaian decoder untuk mengubah nilai biner 〖1000〗_2 menjadi nilai desimal 8, yang kemudian ditampilkan dalam layar monitor.
7. Berpikir Algoritmik
A. Jenis data dalam bilangan
Berpikir komputasional atau computational thinking merupakan metode menyelesaikan masalah-masalah dengan cara menerapkan model ilmu komputer (informatika) yang menuntut berpola pikir runtut, teratur, detail, jelas, memiliki nilai input dan output yang dihasilkan. Nilai yang diinputkan, diolah dan dihasilkan merupakan sebuah data yang dibaca, dihitung dan dianalisis.
B. Teknologi Computational Thinking
Konsep CT atau Computational Thinking pertama kali diperkenalkan oleh Jeannette Wing pada Maret 2006 sebagai bentuk model dan mekanisme penyelesaian masalah melalui tahapan analisis masalah, desain sistem, dan implementasi menggunakan pendekatan ilmu komputer dengan tujuan efektivitas dan kecepatan pengambilan keputusan.