1. Mengenal Bahasa Pemrograman Java
A. Konsep Bahasa Pemrograman
Bahasa pemrograman merupakan sarana komunikasi programmer dalam bentuk struktur penulisan susunan perintah atau instruksi, yang dikenal oleh mesin computer dalam mengerjakan suatu proses.
Ciri khusus:
- Aturan penulisan baku
- Dukungan interrupt library (file penyerta)
Interpreter atau compiler sebagai penerjemah kode (syntax) pemrograman ke dalam bahasa mesin.
Berdasarkan kemampuan mesin dalam menerjemahkan perintah, bahasa pemrograman dibagi menjadi dua level :
- Bahasa Tingkat Rendah Atau Low Level Language Bahasa yang hanya dimengerti oleh mesin, yang terdiri atas bilangan 0 dan 1 atau on dan off. Mesin akan langsung mengeksekusi perintah yang diinstruksikan oleh pengguna tanpa memerlukan media translator.
- Bahasa Tingkat Tinggi Atau High Level Language Bahasa yang dirancang mendekati bahasa pergaulan manusia dalam kesehariannya dengan bantuan compiler agar dapat dieksekusi oleh mesin.
Agar hasil kompilasi kode sumber bahasa tingkat tinggi dapat dimengerti oleh mesin, dibutuhkan language translator yang dibedakan menjadi dua, yaitu :
-
Compiler
Compiler akan melakukan pemeriksaan semua baris syntax sampai tidak muncul eror. Jika ditemukan eror, proses kompilasi akan dihentikan dan ditampilkan informasi letak kesalahan.
-
Interpreter
Interpreter akan menerjemahkan kode program atau instruksi secara baris per baris. Meskipun ditemukan eror pada baris kode program tertentu, baris kode program sebelumnya akan tetap dieksekusi.
B. Bahasa Pemrograman Java
Java adalah Bahasa pemrograman berorientasi objek yang kompatibel terhadap berbagai platform mesin dan OS, seperti Linux, Windows, dan Mac OS. Untuk menjalankan hasil kompilasi program, Java yang dirilis oleh Sun Microsystem pada tahun 1995, didukung oleh Java Interpreter dan Java Virtual Machine.
2. Struktur Penulisan Java
Java merupakan salah satu jenis high level language yang bersifat open source, keunggulannya mampu mengeksekusi binary code hasil kompilasi file program dengan JRE (Java Runtime Environment), mendukung konsep OOP (Object Oriented Programming) dan telah menyediakan ratusan API (Application Programming Interface). Untuk menulis dan mengedit kode sumber Java dapat menggunakan editor seperti Notepad++, Sublime Text, atau editor lainnya. Dapat menggunakan juga Java Development IDE untuk mengintegrasikan secara langsung kode sumber dengan hasil komplikasi dan output program.
Konsep onjek dalam Java dapat dilihat pada benda-benda yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti mobil, motor, dan pesawat. Sebagai contoh, objek sepeda motor memiliki ciri-ciri, seperti warna hitam, kapasitas mesin 200 cc, transmisi manual dan dapat bergerak maju. Karakteristik atau keadaan objek tersebut jika diterapkan dalam penulisan program dideklarasikan sebagai field, sedangkan perilaku atau pekerjaan yang dilakukan dinyatakan dalam bentuk method-method.
- Deklarasi, merupakan penulisan atau pendefinisian jenis variabel dan objek yang akan digunakan.
- Instansiasi, yang dilakukan dengan menambahkan syntax new.
- Inisialisasi, yang dilakukan dengan menambahkan syntax new diikuti dengan nama constructor.
- Deklarasi Package, keyword package dapat disertakan untuk program berskala kompleks, yang berguna untuk mengelompokkan class-class dalam satu library. Package biasanya mereferensikan lokasi penyimpanan class. Pada bagian bawah baris tersebut, biasanya dideklarasikan import file library yang nanti digunakan
- Deklarasi Class, class mempresetasikan karakteristik objek lengkap dengan komponen variabel (data) dan method (perilaku), yang nantinya dieksekusi oleh Java dan diubah ke dalam bentuk biner yang dimengerti mesin komputer.
3. Tipe Data dan Varible
A. Tipe Data Primitive
Tipe data merupakan ketentuan alokasi nilai berdasarkan jangkauan atau range yang telah dideklarasikan sebelumnya. Tipe data sering kali disertakan dalam deklarasi variable dan konstanta.Tipe data merupakan ketentuan alokasi nilai berdasarkan jangkauan atau range yang telah dideklarasikan sebelumnya. Tipe data sering kali disertakan dalam deklarasi variable dan konstanta.
Tipe data primitive merupakan tipe data yang hanya menyimpan satu jenis tipe data dalam variabel
- - Boolean mempunyai dua nilai, yaitu true (1) dan false (0). Secara default, nilai boolean dalam variable akan diatur dengan nilai false.
- - Numeric adalah tipe data berupa bilangan dalam bentuk bulat (integer) atau pecahan (float).
- - Char mengandung nilai berupak karakter yang terdiri atas a…z, A…Z, dan beberapa symbol khusus. Tipe char merupakan karakter Unicode 16 bit dengan nilai minimum ‘u/0000’ dan maksimum ‘u/ffff’.
B. Tipe Data Reference
Tipe data reference merupakan tipe data bentukan yang dapat mengalokasikan banyak nilai dalam tiap variabelnya. Tipe data bentukan didefinisi sendiri oleh programmer. Contoh tipe data ini adalah string, array, class, dan interface.
C. Variabel dan Konstanta dalam Java
Variabel dan konstanta merupakan perintah dalam Java untuk menyimpan nilai data tertentu. Akan tetapi, konstanta hanya memiliki nilai data tetap dan tidak berubah, sedangkan variable bisa menyimpan nilai yang bervariasi. selain itu variable bisa diinisialisasikan dulu, sedangkan konstanta harus diinisialisasikan di awal dan tidak dapat diubah dalam badan program
Deklarasi variable lokal dapat dilakukan dalam metgod, konstruktor da blok program. Blok program lain tidak akan mengenali jenis variable ini, kecuali telah dideklarasikan atau diinisiasi terlebih dahulu.
Variabel instance dideklarasikan dalam class, sebelum atau sesudah blok utama program (method main). Instance akan dikenali dan dapat digunakan dalam method, kostruktor dan blok utama program. Variabel instance memiliki ciri utama tipe data numerik memiliki nilai default adalah 0, Boolean adalah false dan referensi tipe objek adalah null.
Variabel static dideklarasikan dalam class dengan diawali keyword static. Nilai dalam variable bersifat tetap atau dikenal juga sebagai konstanta, dengan ciri khas penggunaan keyword final. Variabel ini dideklarasikan di luar method, konstruktur atau blok program.
4. Mengolah Input Data Sederhana Melalui Keyboard
Dalam pemrograman Java, pengguna dapat menginputkan nilai ke dalam variabel melalui keyboard. Metode input ini biasa disebut user entry. Java menyediakan beberapa fitur untuk mengelola input, seperti class Scanner dan Buffered Reader. Untuk menampilkan output-nya, dapat menggunakan fungsi print(), println(), dan format().
Metode paling sederhana untuk membuat program yang dapat menerima input user adalah menggunakan class Scanner. Untuk menggunakannya, Anda perlu meng-import library terlebih dahulu dengan perintah sebagai berikut
Selanjutnya, buat objek yang akan menampung input dengan format penulisan sebagai berikut
Lalu, simpan data input tersebut ke dalam variabel format penulisan sebagai berikut.
1. Data Input String
Ada dua perintah untuk mengambil data input dengan tipe data String, yaitu sebagai berikut
Perintah tersebut akan memasukkan input yang muncul sebelum pembatas (secara default pembatasnya spasi).
Perintah tersebut akan memasukkan input sampai akhir baris.
2. Data Input Int
Perintah tersebut akan memasukkan input dengan tipe data int. Untuk tipe data lain dapat menyesuaikan, seperti nextDouble(). nextFloat, dan nextBoolean().
5. Jenis Operasi Dalam Java
A. Operasi Aritmetika
Operasi dasar ini dilakukan pada nilai bertipe data numerik. Contoh operasi aritmetika adalah penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Berikut adalah beberapa jenis operator aritmetika dalam Java.
B. Operasi Relational
Operasi relasional merupakan operasi pembandingan antara dua nilal yang menghasilkan nilai data boolean (true atau false). Operasi ini sering digunakan untuk menyeleksi kondisi dalam struktur percabangan seperti if...else.
C. Operasi Logika
Operator logika digunakan untuk membandingkan dua kondisi atau lebih dengan output nilai data bertipe boolean (true atau false).
D. Operasi Penugasan
Operator penugasan dibuat untuk menyatakan hasil output operasi aritmetika ke dalam variabel dengan bentuk sederhana. Contohnya, A += C merupakan bentuk sederhana dari penulisan aritmetika A = A + C.
E. Operasi Kondisional
Untuk menjalankan operator kondisional atau ternary, dibutuhkan tiga operan untuk memeriksa nilai data boolen dalam sebuah ekspresi, disertai penggunaan operator ?:. Format penulisan operator kondisional adalah sebagai berikut.
F. Operasi Instanceof
Operator instanceof digunakan pada variable dengan referensi objek untuk memeriksa tipe dari objek tersebut. format penulisan operator instangeof adalah sebagai berikut.
Nilai keluaran true akan dihasilkan jika objek yang direferensikan oleh variable yang berada di sebelah kiri operator, termasuk kategori dari tipe data atau class yang berada di bagian kanan. Contohnya adalah sebagai berikut.
Java akan melakukan proses dalam rangkaian operasi aritmetika berdasarkan prioritas utama yang disebut preseden operator.
6. Struktur Kontrol Percabangan
A. Percabangan if, if else, else if
- Percabangan if
- Percabangan if else
- Percabangan dengan if…else if …else
Untuk menyelesaikan sebuah kondisi apakah bernilai true atau false dapat menggunakan fungsi if. Jika kondisi benar, perintah dalam blok seleksi akan dieksekusi. Namun, jika kondisi salah, perintah akan dilewatkan.
Format dalam Java
if (kondisi)
{
//Pernyataan1;
//Pernyataan2;
}
Contoh :
Percabangan if…else memiliki dua kemungkinan pernyataan, penentuan bergantung pada nilai kondisi yang diseleksi. Jika kondisi pernyataan yang dieksekusi bernilai true, program akan mengerjakan pernyataan 1. namun jika kondisi bernilai false, program akan langsung mengesekusi pernyataan 2.
Format dalam Java
if (kondisi)
{
//Pernyataan1;
}
else
{
//Pernyataan2;
}
Contoh :
Percabangan if...else if...else memiliki beberapa kondisi yang akan diseleksi. Jika kondisi 1 bernilai true, pernyataan 1 akan dieksekusi. Namun, jika kondisi 1 bernilai false, akan dilanjutkan memeriksa kondisi 2. Jika bernilai true, pernyataan 2 akan dieksekusi dan seterusnya. Jika semua seleksi kondisi bernilai false, program secara otomatis akan mengeksekusi pernyataan terakhir.
Format dalam Java
if (kondisi)
{
//Pernyataan1;
}
else if (kondisi)
{
//Pernyataan2;
}
else
{
//Pertanyaan3;
}
Contoh :
B. Percabangan Switch
Kondisi control percabangan dengan if…else, Java juga mengenal metode percabangan dengan perintah switch, dengan format penulisan sebagai berikut.
switch (ekspresi)
{
case nilai_data_ke_1:
//perintah 1;
break;
case nilai_data_ke_2:
//perintah 2;
break;
default: //optional
//perintah 3;
}
Aturan penulisan Switch perlu memperhatikan hal-hal berikut ini
- Tipe data yang digunakan hanya boleh berupa byte, short, int, atau char.
- Penulisan daftar pilihan nilai variabel dalam switch diawali keyword case diikuti dengan nilai yang dibandingkan dan diakhiri tanda titik dua (:).
- Daftar nilai data variabel dalam case harus memiliki tipe dataC.yang sama dengan variabel dalam switch.
- Jika data yang dibandingkan dengan nilai data dalam case, akan dilanjutkan ke baris kode break; yang berarti proses eksekusi pembandingan dengan switch akan berhenti.
- Jika tidak dilengkapi dengan baris kode break; pada setiap pilihan case, proses pembandingan data tetap akan dilakukan meski sudah memiliki nilai true dan perintah dalam cose tersebut dieksekusi.
Statement switch mempunyai nilai case default yang ditulis pada akhir baris.
7. Struktur Kontrol Perulangan
Komputer mempunyai kemampuan dalam melakukan proses yang sama berulang-ulang hingga ratusan bahkan jutaan kali, tanpa kesalahan. Proses perulangan (looping) dapat diciptakan dengan membangun logika program menggunakan ekspresi kontrol perulangan, misalnya untuk mencetak string "Mari belajar java" sebanyak 17 baris.
Expresi Kondisi
Ekspresi kondisi adalah pernyataan sebuah kondisi bernilai boolean (true atau false), yang menjadi tolok ukur dimulai atau diakhirinya proses perulangan tersebut.
Bagian Bodi Perulangan
Bagian ini terdiri atas runtunan perintah yang akan diulang hingga mencapai kondisi tertentu.
Dalam mendeskripsikan sebuah perulangan proses, perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut.
- Pernyataan nilai awal sebuah ekspresi kondisi sebagai syarat berjalannya proses pada badan perulangan (bodi).
- Perintah untuk melakukan proses perulangan seperti for, while, dan do…while.
- Pernyataan terminasi, sebuah pernyataan untuk mengubah nilai awal menjadi nilai baru.
Terdapat dua jenis perulangan yang dikenal, yaitu
- Unconditional looping atau perulangan yang tidak menyertakan kondisi tertentu sebagai syarat terjadinya perulangan. Contohnya, struktur perulangan dengan for.
- Conditional looping atau perulangan dengan syarat sebuah kondisi terpenuhi. Contohnya, struktur perulangan while dan do...while.
A. Perulangan For
Perulangan for dilakukan sampai nilai kondisi tertentu terpenuhi, dengan blok inisialisasi awal, ekspresi boolean, dan iterasi berada pada satu baris. Format penulisan perulangan for dalam Java adalah sebagai berikut.
for (inisialisasi_awal; ekspresi_Boolean; iterasi)
{
//perintah;
}
Penjelasan
- Inisialisasi awal adalah nilai variabel awal yang akan dieksekusi oleh perulangan for. Sebagai contoh, int i=1;
- Ekspresi boolean adalah bagian dalam perulangan yang akan memeriksa apakah variabel yang diinisialisasi telah memenuhi kondisi bernilai true. Sebagai contoh, i >= 0; Jika i bernilai true (lebih besar atau sama dengan 0), perulangan akan dilakukan.
- Setelah melakukan perulangan, proses looping akan menambahkan nilai variabel inisialisasi awal pada bagian iterasi. Selanjutnya, nilai itu diperiksa kembali apakah memenuhi kondisi bernilai true atau tidak. Jika bernilai true, looping akan dilanjutkan. Namun, jika tidak, looping akan dihentikan.
B. Perulangan While
Perulangan while akan mengeksekusi blok perulangan selama kondisi bernilai true dan akan berhenti ketika kondisi bernilai false. Format penulisan perulangan while dalam Java adalah sebagai berikut.
while (kondisi ekspresi Boolean)
{
//perintah
//iterasi variabel++;
}
Berikut adalah contoh program yang akan menampilkan string sebanyak 5 kali.
Program tersebut akan mengatur nilai = 1 sebagai inisialisasi awal, kemudian ditambah 1 hingga nilai looping berakhir pada saat nilai = 5. Selama proses looping, program akan menampilkan pesan "Perulangan dengan While ke" serta nilai looping yang dijalankan. Hasil kompilasi kode program tersebut adalah sebagai berikut.
C. Perulangan do...While
Perulangan while akan mengeksekusi blok perulangan selama kondisi bernilai true dan akan berhenti ketika kondisi bernilai false. Format penulisan perulangan while dalam Java adalah sebagai berikut.
do
{
//perintah
}
while (kondisi)
Contoh program yang akan menampilkan angka dari 1 samapi 9.
8. Method dalam Java
A. Definisi Method
Method merupakan sekumpulan perintah dalam badan program kecil yang dapat dipanggil dalam badan program lainnya. Deklarasi method memiliki kegunaan sebagai berikut.
- Memudahkan programmer untuk membentuk dan memodifikasi fungsi sesuai kebutuhan tanpa mengganggu kerja fungsi lainnya.
- Menata dan merapikan struktur kode program agar tidak semua dimasukkan dalam badan program utama.
- Memudahkan distribusi tugas dalam bentuk modul.
- Mengurangi penulisan kode menjadi panjang, karena hanya memanggil nama method dalam badan program.
B. Membuat Method di Java
Contoh :
public static int cekData(int a, int b)
{
//statement;
}
Penjelasan
- public static merupakan jenis modifier yang ditetapkan dalam method. Keyword static akan memudahkan method atau fungsi dipanggil dalam badan program, tanpa harus menginstansiasi objek terlebih dahulu.
- int merupakan tipe data yang akan dikembalikan ketika method dipanggil dalam program.
- cekData () merupakan nama method atau fungsi.
- int a, int b adalah tipe data parameter method atau fungsi.
Sebuah method dapat dideklarasikan dengan parameter masukan atau tanpa parameter masukan. Method tanpa parameter masukan tidak akan menghasilkan return value. Berikut adalah contoh deklarasi method tanpa parameter masukan.
public static void cetakHalo ()
{
System.out.printin("ini contoh method tanpa
parameter masukan");
}
C. Memanggil Method
Setelah mendefinisikan method, Anda dapat memanggilnya dalam badan program utama (main) atau dalam fungsi lainnya. Untuk memanggil atau mengeksekusi method dalam badan program, nama method harus dituliskan beserta parameternya jika ada. Berikut adalah contoh program yang memanggil method tanpa parameter.
Program utama class tersebut akan memanggil method tampilkanHello(). Oleh karena method tampilkanHello() tidak memiliki parameter, pemanggilannya di program utama juga tidak perlu disertakan parameternya, cukup nama method-nya saja. Pada badan method tampilkanHello(), terdapat perintah untuk mencetak tulisan "Ini cara memanggil method tanpa parameter". Perintah tersebut akan ikut dieksekusi sebagai akibat pemanggilan method tampilkanHello() pada program utama. Dengan demikian, hasil kompilasi program tersebut adalah sebagai berikut.
D. Method dengan Parameter
Parameter merupakan variabel dalam method yang digunakan untuk menampung nilai yang dikirimkan oleh badan program, ketika memanggil method tersebut. Variabel tersebut kemudian akan diproses dalam method.
Program utama class tersebut akan memanggil method tampilkanString(). Method tersebut menampung nilai yang disimpan pada variabel String kalimat. Pada badan method tampilkanString(), terdapat perintah untuk mencetak nilai yang ditampung parameter ke layar. Pada saat program utama memanggil method tampilkanString(), perintah dalam method akan dieksekusi. Dengan demikian, hasil kompilasi program tersebut adalah sebagai berikut.
Selain String, parameter pada method dapat menampung tipe data lainnya, seperti int, double, float, dan boolean.
E. Mendeklarasikan dan memanggil Method non-Static
Pada kasus sebelumnya, setiap method yang didefinisikanmenggunakan keyword static dapat dieksekusi dengan hanya memanggil nama method-nya saja. Sementara pada method non static (tanpa keyword static), ketika memanggilnya diperlukan instansiasi objek dari class tempat program berada.
Contoh program menggunakan method static dan method non-static.
Pada program tersebut, terdapat dua method. Method pertama adalah sayHello() yang bertipe static dan method kedua adalah belajar() yang bertipe non-static. Untuk memanggil method static sayHello(), hanya perlu menuliskan nama method beserta parameter yang ditampungnya. Sementara untuk memanggil method non-static belajar(). Buat objeknya dengan perintah berikut.
BelajarMethod baru = new BelajarMethod()
Selanjutnya, panggil method belajar() dengan perintah berikut
Baru.belajar(ekstra);
Program akan mengeksekusi perintah yang terdapat di badan method sayHello() dan belajar(). Hasil kompilasi program tersebut adalah sebagai berikut.
Anak SMK Bisa Pemrograman Java
Bersama Erlangga
F. Overload Method
Overload method adalah metode yang dilakukan agar sebuah class dapat memiliki lebih dari satu method dengan nama yang sama, tetapi memiliki parameter dan tipe data yang berbeda. Penjelasan mengenai overload method dapat dilihat dengan memindai QR code.
9. Array
A. Array Satu Dimensi
Variabel biasanya hanya menampung sebuah nilai. Dengan demikian, ketika akan mengoperasikan data dalam jumlah banyak, pasti akan membutuhkan variabel yang banyak juga. Untuk mengatasi hal tersebut, disediakan fungsi array atau larik yang mampu menyimpan data dalam urutan indeks. Penyimpanan dan pengaksesan nilai dalam elemen array dilakukan dengan merujuk pada nomor indeks. Perhatikan ilustrasi array berikut yang disimulasikan dalam bentuk deretan kotak yang disusun berjajar.
Array menggunakan indeks untuk menentukan urutan elemen elemennya. Elemen pertama pada array dimulai pada indeks O. Pada gambar sebelumnya, merupakan struktur sebuah array dengan data pada indeks ke-0 bernilai 36, indeks ke-1 bernilai 10, indeks ke-2 bernilai 6, indeks ke-3 bernilai 1, dan indeks ke-4 bernilai 7.
Jika elemen array adalah X, setiap elemen array ditulis dengan notasi sebagai berikut :
X[0], X[1], X[2], X[3], X[4]
-
Format Deklarasi Array
Array mempunyai struktur dengan beragam jumlah elemen yang tetap atau static sehingga harus dideklarasikan pada awal program. Dalam pendeklarasian array, harus memperhatikan banyaknya elemen dalam array dan tipe data tiap elemen dalam array.
Format umum pendeklarasian array dalam, yaitu :
- Cara pertama (lebih dianjurkan)
- Cara kedua (tidak dianjurkan)
- Cara ketiga menggunakan kata kunci new
tipedata[] variabel_array;Contoh: int[] iniArray;
tipedata[] variabel_array;Contoh: int iniArray;
Contoh: String[] user = new String[5];
-
Inisialisasi dan Akses Indeks Elemen Array
Inisialisasi adalah proses menyatakan atau memasukkan nilai data ke dalam indeks elemen array. Data yang dimasukkan ke dalam array dapat berupa numerik dan karakter.
Format syntax inisialisasi array adalah sebagai berikut.
- Data Numerik
- Data Karakter
x[0]=10Syntax tersebut berarti array x dalam indeks ke-0 terdapat int bernilai 10.
x[1]="andi novianto"Syntax tersebut berarti array x dalam indeks ke-1 terdapat string “andi novianto”.
B. Array dua Dimensi
Array dua dimensi merupakan teknik penyimpanan data dengan setiap indeks elemen array utama memiliki subindeks lainnya. Dengan demikian, array dua dimensi juga dapat diartikan sebagai array di dalam array. Format perintah untuk mendeklarasikan struktur array dua dimensi adalah sebagai berikut.
tipedata variabel_array[][] = new
tipedata[][]{{nilai}{nilai}}
C. Memanggil Method
Untuk melihat materi pembuatan GUI (Graphical User Interface) dengan Java, Anda dapat memindai QR code berikut.